Quality Assurance, Quality Control, dan Total Quality Manajemen
Quality Assurance, Quality Control, dan Total Quality Manajemen
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Manajemen Mutu Pendidikan Islam”
Dosen pengampu:
Dr.Moh. Miftachul Choiri, M.A.
OLEH:
MUHAMMAD YANI (502210023 )
LIA ANIES WINIANTI (502210022)
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Terjaminnya mutu sebuah layanan adalah sesuatu yang diinginkan oleh
pihak yang bernama konsumen atau pelanggan. Madrasah atau sekolah yang
melayani konsumen dalam bentuk pelayanan di dunia pendidikan akan
mendapatkan tantangan dalam menjaga mutu pelayanannya. Pendidikan
merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala
aspek kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sarana yang paling efektif dan
efesien untuk metranformasikan ilmu pengetahuan serta budaya dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan itu mewakili sebuah aspirasi dari
nilai atau mutu yang telah dicita-citakan.
Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini sangat cepat. Era globalisasi
ditandai dengan persaingan kualitas atau mutu, menuntut semua pihak dalam
berbagai bidang dan sektor pembangunan untuk senantiasa meningkatkan
kopetensinya. Hal tersebut menandakan betapa pentingnya upaya peningkatan
kualitas pendidikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang harus
dilakukan terus menerus. Salah satu bentuk realisasi dalam menghadapi
persaingan antar lembaga pendidikan disusunlah sebuah penjaminan mutu
(quality assurance) , pengendalian mutu (quality control) dan manajemen
kualitas terpadu (total quality manajemen).
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana Pengertian Quality Assurance
2. Bagaimana Tujuan Quality Assurance
3. Bagaimana Pengertian Quality Control
4. Perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance
5. Bagaimana Pengertian Total Quality Manajemen
6. Bagaimana Prinsip Total Quality Manajemen
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Quality Assurance
2. Untuk Mengetahui Tujuan Quality Assurance
3. Untuk Mengetahui Pengertian Quality Control
4. Untuk Mengetahui Perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance
5. Untuk Mengetahui Pengertian Total Quality Manajemen
6. Untuk Mengetahui Prinsip Total Quality Manajemen
BAB II
PEMBAHASAN
A. Quality Assurance
1. Pengertian Quality Asurance
Istilah Quality Assurance bisa di sebut “Jaminan mutu”
pada awalnya digunakan di lingkungan dunia bisnis barang dan
jasa, dengan maksud untuk menumbuhkan budaya peduli mutu.
Jaminan mutu perlu dilakukan oleh perusahaan untuk
memberikan kepuasan kepada pemakai produk. Dalam
perkembangan selanjutnya, penerapan konsep jaminan mutu ini
ternyata tidak hanya terbatas di lingkungan bisnis dan industri,
tetapi juga dalam bidang pelayanan jasa pendidikan sejalan
dengan munculnya gerakan akuntabilitas Pendidikan.
Jaminan mutu adalah sebuah cara memproduksi produk
yang bebas dari cacat dan kesalahan. Jaminan mutu adalah
pemenuhan spesifikasi produk secara konsisiten produk secara
konsisten atau menghasilkan produk yang selalu baik sejak awal
(right first time every time). Jaminan mutu lebih menekankan
tanggungjawab tenaga kerja dibandingkan inspeksi control mutu,
meskipun sebenarnya inspeksi tersebut juga memiliki peranan
dalam jaminan mutu. Mutu barang atau jasa yang baik dijamin
oleh sistem, yang dikenal sebagai sistem jaminan mutu, yang
memposisikan secara tepat bagaimana produksi seharusnya
berperan sesuai dengan standar. Standar-standar mutu diatur oleh
prosedur-prosedur yang ada dalam jaminan mutu.
1
Quality assurance pendidikan adalah seluruh kegiatan
terencana dan sistematis yang diiplementasikan didalam system
mutu yang mempelajari tentang proses penetapan pemenuhan
standar mutu pendidikan dalam proses pengelolaan secara
1
Erdward Sallis, Total Quality Manajemen in Education (London,Kogan Page,2006)
konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan
pihak lainyang berkepentingan memperoleh kepuasan akan
produk atau layanan yang diberikan. Lebih lanjut bahwa
penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan merupakan
kegiatan sistematik dan terpadu oleh satuan atau program
pendidikan, penyelenggara satuan, pemerintah daerah,
pemerintah, dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan
kehidupan bangsa melalui pendidikan.
Penjaminan mutu atau bisa disebut dengan quality
asurance ini dapat mendeteksi dan memonitoring segala
penyimpangan yang ada di sekolah. penjaminan mutu ini juga
memberikan informasi kepada orang tua peserta didik dan
sekaligus memberikan jaminan bahwa sekolah senantiasa akan
berusaha memberikan pelayanan tarbaik bagi pesertadidiknya
sehingga menjadi lulusan yang berkualitas, cakap, dan terampil.
2
2. Jaminan kualitas (Quality Assurance) menurut para ahli
i. JIS (2003)
Quality assurance adalah kegiatan-kegiatan yang sistematis yang
dijalankan oleh produsen untuk menjamin bahwa kualitas yang
dibutuhkan oleh konsumen sepenuhnya memuaskan.
ii. Damrong (2003)
Quality assurance adalah upaya untuk memastikan bahwa sistem,
proses dan prosedur sesuai dengan standar, harapan, atau rencana
yang dijanjikan.
3
2
Aminatul Zahroh, Total Quality Manajemen (TQM): Sebuah Langkah dalam Mengedepankan
Kualitas Output Melalui Sistem Kontol Mutu (Quality Control) sekolah,
(http://jurnal.iainkediri.ac/index.php/realita/articel/view/65), Diakses pada tanggal 9 September
2021 Pukul 21.05
3
https://sarjanaekonomi.co.id/quality-assurance/. Diakses pada 12 September 2021
iii. J.M. Juran (2000)
Quality assurance adalah aktivitas yang menyediakan bukti-bukti
yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan, bahwa semua
aktivitas yang berhubungan dengan kualitas menunjukkan
performansi yang efektif.
iv. ANSI (2003)
Quality assurance adalah adalah tindakan-tindakan sistematis
yang dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kecukupan yang
akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang diberikan oleh
produk dan pelayanannya.
v. Quality Assurance Guidebook (2000)
Quality Assurance adalah suatu tindakan untuk memastikan
bahwa produk dapat dibeli oleh konsumen tanpa ada rasa
khawatir dan menggunakannya dalam waktu yang lama dengan
rasa kepuasan.
3. Metode dalam Jaminan Kualitas (Quality Assurance)
Jaminan kualitas menggunakan salah satu dari tiga metode:
i) Pengujian kegagalan (failure testing), ini adalah metode
dimana perusahaan melakukan pengujian terus-menerus
kepada produknya untuk menentukan apakah terjadi
kegagalan atau kerusakan. Misalkan pada produk fisik,
perusahaan melakukan uji panas, getaran atau tekanan.
ii) Statistical Process Control (SPC), ini merupakan metodologi
yang dikembangkan oleh Walter Shewhart dari Werstern
Electric Company dan Bell Telephone Laboratories, dimana
metodologi ini melakukan pengelolaan dan pengendalian
produksi produk menggunakan metode statistik.
iii) Total Quality Management (TQM), dimana metode ini
menggambarkan pendekatan manajerial pada sukses jangka
panjang berdasarkan kepuasaan konsumen. Ini adalah metode
dimana seluruh anggota perusahaan harus berpartisipasi dalam
proses optimasi layanan dan produk berserta suasana kerja.
4. Tujuan Quality Assurance
Adapun tujuan dari Quality Assurance
a. Membantu perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus
dan berkesinambungan melalui praktik yang baik dan mau
mengadakan inovasi.
b. Memudahkan mendapatkan bantuan, baik pinjaman uang, atau
fasilitas atau bantuan lain dari lembaga yang kuat dan dapat di
percaya.
c. Menyediakan informasi pada masyakat sesuai sasaran dan
waktu secara konsisten, dan bila mungkin membandingkan
standar yang telah dicapai dengan standar pesaing
d. Menjamin tidak akan adanya hal-hal yang tidak dikehendaki.
The ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) adalah
4
kekuatan pendorong di belakang praktek QA dan pemetaan proses
yang digunakan untuk melaksanakan QA. QA sering dipasangkan
dengan standar internasional ISO 9000 . Banyak perusahaan
menggunakan ISO 9000 untuk memastikan bahwa sistem jaminan
kualitas mereka ada dan efektif.
B. Quality Control
1. Pengertian
Menurut Dr. K. Ishikawa Quality Control adalah
penelitian, pengembangan, dan pemenuan kepuasan pada
konsumen, serta pemberian pelayanan yang baik pada
Alfi Arif,Quality assurance dengan metode quality function deployment : konsep
implementasipada perguruan tinggi, (http://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAUJ/articel/view/1232),
Diakses Pada Tanggal 9 September 2021 pukul 21.10 Edward Sallis, Manajemen Mutu Terpadu
Pendidikan, (Jogyakarta : IRCiSoD, 2010),
4
pelaksanaannya dengan melibatkan pimpinan teratas sampai
karyawan pelaksanaan dalam perusahaan. Sedangkan menurut
Feightboum, Quality Control adalah satu kegiatan dimana
didalamnya terdapat kegiatan – kegiatan yang bertujuan untuk
pemeliharaan dan pengambangan mutu dalam suatu organisasi.
Dan menurut Ishita Nobuyuki, Quality Control adalah
pemeliharaan dan perbaikan suatu service dan produk yang
ditawarkan pada suatu perusahaan, namun kegiatan ini bukan
hanya menjadi tanggung jawab pada Quality Control saja, namun
semua pihak ataupun karyawan yang menjadi satu kesatuan untuk
menyelesaikan kewajiban ini.
Sehingga bisa dituliskan, bahwa
kontrol mutu atau yang bisa dikenal Quality Control adalah suatu
sistem yang mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output
yang tidak sesui dengan standar.
Dalam pendidikan kualitas pendidikan adalah suatu sistem
untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas lulusan
(output) yang tidak sesuai dengan standart. Konsep ini
berorientasi pada output untuk memastikan apakah mutu output
sesuai dengan standart atau tidak. Quality Control ini memerlukan
indikator kualitas yang jelas dan pasti, sehingga dapat ditentukan
penyimpangan kualitas yang terjadi. Dalam melaksanakan
kontrol mutu ini diperlukan adanya kerjasama antara pihak
lembaga pendidikan dengan kementrian terkait serta peran aktif
dari masyarakat.
5
Untuk standart kualitas lulusan (output) ini
sesuai dengan kebijakan Peraturan Pemerintah (Permen) No. 23
tahun 2006 tentang Standart Kopetensi Lulusan (SKL) untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasal 1 menyebutkan
6
5
http://digilib.uinsby.ac.id/22256/1/Venty%20Putri%20Damayanti_C74213164.pdf Diakses
pada tanggal 12 September 2021
6
Aminatul Zahroh, Total Quality Manajemen (TQM): Sebuah Langkah dalam Mengedepankan
Kualitas Output Melalui Sistem Kontol Mutu (Quality Control) sekolah,
(http://jurnal.iainkediri.ac/index.php/realita/articel/view/65), Diakses pada tanggal 9 September
2021 Pukul 21.05
bahwa standart kopetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar
dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam
nenentukan kelulusan peserta didik.
7
2. Metode Quality Control
Ada beberapa metode pengendalian kualitas. Ini termasuk bagan
x-bar, Six Sigma, mode inspeksi 100%, dan Metode Taguchi.
i) X – Bar Chart
Produk yang dipilih secara acak diuji untuk atribut atau
atribut tertentu yang dilacak oleh bagan. Bentuk umum dari
bagan kendali mutu adalah Bagan Batang X, di mana sumbu
y pada bagan melacak sejauh mana varians dari atribut yang
diuji dapat diterima. Sumbu x melacak sampel yang diuji.
Menganalisis pola varians yang digambarkan oleh bagan
kendali mutu dapat membantu menentukan apakah cacat
terjadi secara acak atau sistematis.
ii) Metode Taguchi
The Metode Taguchi kontrol kualitas adalah pendekatan lain
yang menekankan peran penelitian dan pengembangan,
desain produk, dan pengembangan produk dalam
mengurangi terjadinya cacat dan kegagalan dalam produk.
Metode Taguchi menganggap desain lebih penting daripada
proses manufaktur dalam pengendalian kualitas dan
mencoba untuk menghilangkan varians dalam produksi
sebelum hal itu dapat terjadi.
iii) Metode Inspeksi 100%
Metode inspeksi 100% ini adalah proses kontrol kualitas
yang melibatkan melihat dan menilai semua bagian dari
8
7
Aminatul, Zahroh, Total Quality Manajemen: Capaian Kualitas Output Melalui Sistem Kontrol
Mutu Sekolah,Vol. 9, No.1, April 2015
8
https://www.investopedia.com/terms/q/quality-control.asp#citation-1[diakses pada 12
September 2021]
suatu produk. Jenis kontrol kualitas ini dilakukan untuk
mengesampingkan kekurangan pada produk. Metode ini
sering digunakan untuk mengevaluasi logam berharga dan
menghasilkan.
iv) Six Sigma
Metodologi kontrol kualitas yang dikembangkan pada tahun
1986 oleh Motorola, Inc. Metode ini menggunakan tinjauan
berbasis data untuk membatasi kesalahan atau cacat dalam
proses perusahaan atau bisnis. Six Sigma menekankan
perbaikan waktu siklus sementara pada saat yang sama
mengurangi cacat manufaktur ke tingkat yang tidak lebih
dari 3,4 kejadian per juta unit atau kejadian. Dengan kata
lain, sistem adalah metode untuk bekerja lebih cepat dengan
lebih sedikit kesalahan.
C. Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance
Meskipun sasaran sama tentang kualitas tetapi Quality
Assurance (QA) dan Quality Control (QC) adalah dua pekerjaan
bidang yang berbeda, dimana Quality Assurance (QA) itu adalah
prosedur untuk pencapaian mutu. Misalnya Quality plan beserta
dokumen pendukungnya. Dan Quality Control (QC) adalah
aktifitasnya (pelaksanaan dari prosedur tsb) yang dibuktikan dengan
rekam jejak.
Menurut definisi pada ISO 9000:2000 (QMS-Fundamentals
and Vocabulary), adalah sbb:
Quality control (lihat section 3.2.10); part of quality management
focused on fulfilling quality requirements (bagian dari manajemen
mutu yang berfokus pada pemenuhan persyaratan mutu).
9
9
https://www.slideshare.net/daffadaffa/perbedaan-quality-assurance-qa-dan-quality-control-qc
[Di akses pada tanggal 12 September 2021]
Quality assurance (lihat section 3.2.11); part of quality management
focused on providing confidence that quality requirements will be
fulfilled (bagian dari manajemen mutu yang berfokus pada pemberian
keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi).
Jadi kalau coba diterjemahkan, secara singkat Quality Control
(QC) terfokus pada pemenuhan persyaratan mutu (produk/service)
sedangkan Quality Assurance (QA) terfokus pada pemberian
jaminan/keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dapat dipenuhi.
Atau dengan kata lain, Quality Assurance (QA) membuat sistem
pemastian mutu sedangkan Quality Control (QC) memastikan output
dari sistem itu memang benar-benar memenuhi persyaratan mutu.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Quality Control dan
Quality Assurance.
i. Quality Assurance (QA) fokus pada pencegahan cacat
sedangkan Quality Control (QC) fokus pada identifikasi
atau menemukan cacat.
ii. Di Quality Assurance (QA), kita mencari cara yang paling
efektif untuk menghindari cacat sedangkan di Quality
Control (QC) kita untuk berusaha untuk mendeteksi
kecacatan dan kemudian mencari cara perbaikan untuk
membuat kualitas produk menjadi lebih baik.
iii. Quality Assurance (QA) adalah proses pro-aktif sedangkan
Quality Control (QC) adalah proses reaktif.
iv. Quality Assurance (QA) merupakan pendekatan
berdasarkan proses (process base approach) sedangkan
Quality Control (QC) merupakan pendekatan berdasarkan
produk (product base approach).
v. Quality Assurance (QA) melibatkan proses dalam
menangani masalah kualitas sedangkan Quality Control
(QC) melakukan verifikasi terhadap kualitas produk itu
sendiri (pada produknya). Kualitas Audit (Quality Audit)
merupakan salah satu contoh proses pada Quality Assurance
(QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian (testing) terhadap
produk merupakan contoh proses pada Quality Control
(QC).
D. Total Quality Manajemen
1. Pengertian
Total Quality Management (TQM) berasal dari kata
”Total” yang berarti keseluruhan atau terpadu “Quality” yang
berarti kualitas, dan “Manajemen” yang telah disamakan dengan
manajemen dalam Bahasa Indonesia yang berarti pengelolaan
dalam pengertian mengenai TQM, penekanan utama adalah pada
kualitas yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu
dengan baik sejak awal dengan tujuan untuk memenuhi kepuasan
pelanggan.
TQM juga dapat diartikan sebagai strategi manajemen
yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada
semua proses dalam semua organisasi.
Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah suatu
pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada
kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan
untuk kesaksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan
serta memberikan keuntungan untuk anggota dan dalam
organisasi serta masyarakat.
TQM bisa juga diartikan pendekatan dalam usaha
memaksimalkan daya saing melalui perbaikan terus-menerus atas
jasa, manusia, produk, dan lingkungan. Terdapat tiga kata kunci
dalam manajemen mutu terpadu (TQM) yaitu:
a. Terpadu (Total), berarti mutu menjadi bagian integral dari
setiap fase atau proses dalam organisasi, dengan tumbuhnya
saling keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain.
b. Mutu (Quality) yaitu inti dari TQM. Apabila kita mengadopsi
TQM, maka mutu didasarkan kepada kebutuhan pelanggan,
bukan atas ukuran atau parameter dari suatu produk. Mutu
dirancang ke dalam produk dari proses, mutu mengalir dari
proses, dan membudaya dalam organisasi. Mutu bukan hasil
dari pengawasan atau perbaikan kesalahan.
c. Management adalah bagian yang penting sekali dalam konsep
TQM, oleh karena itu dorongan untuk TQM harus datang dari
unsur pimpinan puncak
2. Prinsip Total Quality Manajemen
Konsep TQM terdapat dalam ISO 9001 (Sistem Manajemen
Mutu) yang merupakan penerus dari TQM. Berikut 8 prinsip
Total Quality Management :
a. Fokus pada pelanggan (customer fokus)
Aktivitas yang dilakukan meliputi:
i) Identifikasi pelanggan tentang who dan what are customer
want and expectation
ii) Lakukan how untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan
harapannya
b. Keterlibatan (Total Involvement)
Semua karyawan berpartisipasi dalam bekerja menuju tujuan
organisasi secara bersama-sama. Komitmen karyawan akan
diperoleh ketika karyawan diberdayakan dan manajemen telah
menyediakan lingkungan yang tepat bagi mereka.
c. Pendekatan proses
Mengikuti proses sangat penting dalam manajemen mutu.
Proses memastikan bahwa langkah yang tepat diambil pada
waktu yang tepat untuk memastikan konsistensi dan
mempercepat produksi.
d. Sistem yang terintegrasi
Dalam sistem yang terintegrasi, setiap orang di setiap
departemen harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang
kebijakan, standar, tujuan, dan proses. Sistem terintegrasi
membantu perusahaan untuk mencari perbaikan terus-menerus
untuk mencapai keunggulan dalam persaingan.
e. Pendekatan strategis dan sistematis
Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO)
menggambarkan prinsip ini sebagai: “Mengidentifikasi,
memahami, dan mengelola proses yang saling terkait sebagai
suatu sistem berkontribusi pada efektivitas dan efisiensi
organisasi dalam mencapai tujuannya.”
f. Peningkatan yang berkelanjutan
Efisiensi optimal dan kepuasan pelanggan yang lengkap tidak
terjadi dalam satu hari, manajemen harus terus-menerus
menemukan cara untuk meningkatkan proses dan
menyesuaikan produk dan layanan Anda saat kebutuhan
pelanggan berubah.
g. Pengambilan keputusan berdasarkan fakta
Analisis dan pengumpulan data mengarah pada keputusan
yang lebih baik berdasarkan informasi yang tersedia.
Membuat keputusan berdasarkan informasi mengarah pada
pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan dan pasar kita.
h. Komunikasi
Semua orang di dalam organisasi perlu mengetahui rencana,
strategi, dan metode yang akan digunakan untuk mencapai
tujuan. Ada risiko kegagalan yang lebih besar jika tidak ada
perencanaan komunikasi yang baik
Pada prinsipnya Total Quality Manajemen terus
mengadakan perbaikan, oleh karena itu untuk menyukseskan
Total Quality Manajemen dibutuhkan sebuah manajemen
pengendalian mutu (Quality Control) yang sempurna. Artinya
sebuah perencanaan dan pelaksanaan harus dikendalikan agar
tujuan atau mutu yang diharapkan dapat terwujud dengan baik.
sehingga inti dari pengendalian manejemen menuju manajemen
yang bermutu dan berkualitas.
10
3. Alat dalam Total Quality Management (TQM)
Untuk mencapai perbaikan mutu yang berkelanjutan,
maka diperlukan strategi untuk meningkatkan mutu. Strategi
tersebut digunakan sebagai media untuk mengidentifikasi dan
memecahkan persoalan. Strategi tersebut antara lain dengan
brainstorming. Brainstorming ini dapat meningkatkan kreatifitas
dalam mengembangkan ide-ide sacara cepat dan tepat. Untuk
membantu brainstorming dalam meningkatkan mutu maka
diperlukan:
i) Tehnik afinitasi jaringan kerja
Teknik ini digunakan untuk mengelompokan sejumlah ide
yang bertujuan untuk mengidentifikasi ide-ide yang
memiliki keterkaitan satu sama lain.
ii) Diagram tulang ikan.
Teknik ini menganjurkan tim untuk memetakan seluruh
faktor yang menyebabkan terjadinya pada hasil yang
diinginkan. Tujuannya adalah untuk mendata seluruh faktor
yang memperngaruhi mutu
iii) Analisis kekuatan lapangan
Analisis untuk mempelajari situasi yang memerlukan
perubahan termasukperubahan di sekolah.
Aminatul Zahroh, Total Quality Manajemen (TQM): Sebuah Langkah dalam
Mengedepankan Kualitas Output Melalui Sistem Kontol Mutu (Quality Control) sekolah,
(http://jurnal.iainkediri.ac/index.php/realita/articel/view/65), Diakses pada tanggal 9
September 2021 Pukul 21.05
10
iv) Flowchart.
Teknik ini merupakan teknik yang biasa digunakan dalam
Total Quality Manajemen yaitu, review, benchmarking,
quality qontrol dan quality assurance.
a. Review yaitu suatu proses dimana seluruh komponen
sekolah berkerja sama khususnya dengan orang tua dan
tenaga professional untuk mengevaluasi dan menilai
efektifitas sekolah serta mutu lulusan.
b. Benchmarking yaitu suatu kegiatan untuk menetapkan
standard dan target yang akan dicapai dalam sesuatu
periode tertentu.
c. Quality Asurance akan menghasilkan informasi yang
merupakan umpan balik bagi sekolah serta memberikan
jaminan untuk orang tua siswa bahwa sekolah
senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa.
d. Quality Control ialah suatu sistem yang mendeteksi
terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak
sesuai dengan standart.
11
4. Implementasi Total Quality Manajemen dalam pendidikan
Dalam Oxford Advance Learner’s Dictionary, E. Mulyasa
mengemukakan bahwa implementasi adalah “put something into
effect” (penerapan sesuatu yang memberikan efek dan dampak).
12
Maka implementasi TQM dalam pendidikan seharusnya memberi
13
11
Ibid., 226
12
Anita Purbaninggrum, Peninggatan Mutu Sekolah Melalui Total Quality Manajemen,
(http://publikasiilmiyah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/11176), Diakses Pada Tanggal 9
september 2021 Pukul 21.30.
13
E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kemandirian Guru Dan
Kepala Madrasah (Jakarta: Bumi Aksara, 2013)
efek dan dampak lebih baik pada sebuah lembaga. Adapun 5
prinsip Madrasah bermutu dalam Jerome S. Arcaro
meliputi :
a. Fokus pada pelanggan
Lembaga mengetahui apa yang diinginkan oleh pelanggan dan
apa yang membuat mereka merasa puas. Menurut Edward
Sallis, pelanggan dunia pendidikan dapat dibedakan menjadi
pelanggan dalam (internal customer) dan pelanggan luar
(exsternal customer). Pelanggan dalam adalah pengelola
institusi pendidikan misalkan kepala, guru, staff, dan
penyelenggara institusi. Sedangkan pelanggan luar adalah
masyarakat, pemerintah dan dunia industri.
14
b. Keterlibatan total
Semua unsur terlibat penuh dan sadar akan peran dan tugas
masing – masing. Ada kerjasama dan saling ketergantungan
dalam budaya mutu. Karena satu titik yang tidak terjaga
mutunya bisa jadi merusak mutu yang lain.
c. Pengukuran
Untuk menjaga keberlangsungan mutu, perlu adanya
standarisasi pengukuran. Umpan balik yang bermakna dan
bernilai, bukan hanya berdasarkan perasaan, tetapi bisa
menjadi data yang digunakaan untuk mengukur ketercapaain
sebuah mutu.
d. Komitmen
Semua unsur yang ada di lembaga mempunyai komitmen
terkait mutu lembaga. Tidak ada yang acuh dan tidak peduli
dengan penjagaan mutu lembaga.
e. Perbaikan berkelanjutan
Menurut fiosofi manajemen yang baru, “Bila tidak rusak,
perbaikilah, karena bila Anda tidak melakukannya orang lain
15
14
Jerome S Arcaro, Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Langkah
Penerapan Terjemah Yosal Iriantara (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007)
15
Edward Sallis, Total Quality Manaement In Education
pasti melakukannya”. Inilah sesungguhnya kunci dalam
konsep perbaikan berkelanjutan.
Perbaikan yang
berkelanjutan menjadi kunci penjagaan mutu karena
pelanggan bisa jadi berubah keinginan dan standar
kepuasannya.
16
16
Maryamah, “Total Quality Management (TQM) Dalam Konteks Pendidikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jaminan mutu diperlukan untuk menumbuhkan budaya mutu yang titik
akhirnya adalah kepuasan pelanggan. Penjaminan mutu (Quality Assurance)
bisa mendeteksi penyimpangan yang ada dalam sebuah lembaga. Sementara
kontrol mutu (Quality Control) adalah suatu sistem yang mendeteksi
terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesui dengan standar.
Meskipun sasaran sama tentang kualitas tetapi Quality Assurance (QA) dan
Quality Control (QC) adalah dua pekerjaan bidang yang berbeda, dimana
Quality Assurance (QA) itu adalah prosedur untuk pencapaian mutu.
Misalnya Quality plan beserta dokumen pendukungnya. Dan Quality
Control (QC) adalah aktifitasnya (pelaksanaan dari prosedur tsb) yang
dibuktikan dengan rekam jejak.
Total Quality Management (TQM) adalah salah satu metode dalam
Quality Assurance. TQM adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk
menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam semua
organisasi. Pada prinsipnya Total Quality Manajemen terus mengadakan
perbaikan, oleh karena itu untuk menyukseskan Total Quality Manajemen
dibutuhkan sebuah manajemen pengendalian mutu (Quality Control) yang
sempurna. Artinya sebuah perencanaan dan pelaksanaan harus dikendalikan
agar tujuan atau mutu yang diharapkan dapat terwujud dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Erdward Sallis, Total Quality Manajemen in Education (London,Kogan
Page,2006)
https://sarjanaekonomi.co.id/quality-assurance/. [diakses pada 12 September
2021]
Aminatul Zahroh, Total Quality Manajemen (TQM): Sebuah Langkah
dalam Mengedepankan Kualitas Output Melalui Sistem Kontol Mutu (Quality
Control) sekolah, (http://jurnal.iainkediri.ac/index.php/realita/articel/view/65),
[diakses pada tanggal 9 September 2021 Pukul 21.05]
Alfi Arif, Quality assurance dengan metode quality function deployment
:konsep..implementasi..pada..perguruan..tinggi,..(http://jurnal.unej.ac.id/index.p
hp/JAUJ/articel/view/1232) [diakses pada tanggal 9 September 2021 pukul
21.10]
http://digilib.uinsby.ac.id/22256/1/Venty Putri Damayanti.pdf [diakses
pada tanggal 12 September 2021]
https://www.investopedia.com/terms/q/quality-control [diakses pada
tanggal 12 September 2021]
https://www.slideshare.net/daffadaffa/perbedaan-quality-assurance-qadan-quality-control-qc
[Di
akses
pada
tanggal
12
September
2021]
Anita
Purbaningrum, Peningkatan Mutu Sekolah Melalui Total Quality
Manajemen,(http://publikasiilmiyah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/11176)
[diakses pada tanggal 9 september 2021 Pukul 21.30.]
Muhammad Khoirul Umam, Dinamisasi Manajemen Mutu Perspektif
Pendidikan..Islam..(http://www,jurnal.staiba.ac.id/index.php/AL.HIKMAH/artic
le/view/141) [diakses pada tanggal 10 September 2021 Pukul 08.12]
Zahroh, Aminatul, Total Quality Manajemen: Capaian Kualitas Output
Melalui Sistem Kontrol Mutu Sekolah,Vol. 9, No.1, April 2015
Jerome S Arcaro, Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-Prinsip Perumusan
Dan Tata Langkah Penerapan, Terjemah Yosal Iriantara (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2007)
Komentar
Posting Komentar